TEKNIK SIPIL INDONESIA (TSI)

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. (Wikipedia)

EKSTERIOR

Memuat info mengenai desain eksterior pada rumah

INTERIOR

Memuat info mengenai desain interior pada rumah

If you are going [...]

AutoCAD

Memuat info mengenai program AutoCAD

HIBURAN

Memuat info keunikan pada teknik sipil

Jumat, 30 September 2011

Proses Pembuatan Beton

Beton adalah material utama yang digunakan dalam pembuatan bangunan. Beton terdiri dari pasta, agregat dan admixture. Dalam membuat suatu beton dengan mutu tertentu perlu ditentukan jumlah pasta dan agregat yang sesuai. Pasta adalah campuran semen dan air yang digunakan untuk merekatkan agregat-agregat dalam beton. Jumlah pasta pada pembuatan beton sekitar 30-40% dari volume dan berat total beton. Sedangkan jumlah agregat sebesar 60-70%.

 Dalam suatu proses pembuatan beton, yang perlu diperhatikan ada kekuatan, keekonomisan, dan durabilitas bahan dari beton tersebut. Durabilitas adalah daya tahan suatu bahan terhadap beban yang akan diterimanya. Pembuatan beton melalui proses perhitungan kadar air,jumlah semen dan jumlah agregat yang diperlukan. Setelah proses perhitungan, akan dilakukan proses pembuatan beton dengan bahan-bahan yang telah dihitung. Setelah beton terbentuk, dilakukanlah proses perawatan selama 28 hari. Pada hari ke 28, kualitas beton hanya memenuhi 70% dari kondisi normalnya. Pada proses perawatan beton diusahakan agar temperatur ruang perawatan jangan terlalu dingin, juga beton diusahakan jangan terlalu
kering karena akan menyebabkan getas.
  • semen dan air
Semen merupakan bubuk kering yang berupa partikel-pertikel halus. Dalam pembuatan beton, semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Semen memiliki beberapa tipe yaitu tipe I, II, III, IV dan V. Tipe-tipe semen tersebut diurutkan berdasarkan kekuatan awalnya dalam merekatkan suatu bangunan yang dibentuk. Semen yang digunakan dalam pembutan beton adalah semen hidrolik. Semen hidrolik adalah jenis semen yang bereaksi dengan air dan membentuk suatu batuan massa. Semen hidrolik juga terdiri dari beberapa jenis, seperti semen semen portland, semen portland abu terbang, semen portland putih, dll. Semen portland terbuat dari campuran kalsium, silika, alumunium dan oksida besi. Pada penggunaannya di lapangan, bahan-bahan semen portland dibuat atau ditambahkan dari zat kimia lain. Contohnya, semen portland abu terbang yang merupakan hasil poemanfaatan kembali dari produksi pembakaran gas.
Air juga sangat dibutuhkan dalam pembuatan beton, karena air dapat mempercepat proses kimiawi pada beton.Sehingga dapat memudahakn pengerjaan. Pada reaksi kimia beton, hanya 1/3 bagian air yang diperlukan untuk reaksi. Air bermanfaat dalam mencegah penyusutan plastis. Tapi dapat merendahkan permeabilitas dan kekuatan beton.
Dalam pembuatan beton, semen akan dicampur air untuk membentuk pasta. Fungsi dari pasta ini adalah untuk merekatkan agregat sehingga tidak mudah goyah. Selain itu, semen juga berfungsi dalam mengeraskan dan membentuk beton agar padat. Proporsi dari kedua campuran semen dan air menentukan sifat-sifat dari beton yang dibentuk.
  • agregat
Agregat merupakan pengisi beton yang digunakan untuk membuat volume stabil. Selain itu, sifat mekanik dan fisik dari agregat sangat berpengaruh tehadap sifat-sifat beton yang dihasilkan, seperti kuat tekan, kekuatan, durabilitas, berat, dll. Kegunaan agregat pada beton adalah:

• Menghasilkan beton yang murah
• Menimbulkan volume beton yang stabil
• Mencegah abrasi jika beton digunakan pada bangunan laut
Agregat alami dapat diperoleh dari proses pelapukan dan abrasi serta pemecahan pada batuan induk yang lebih besar. Agregat yang baik untuk digunakan adalah agregat yang menyerupai bentuk kubus atau bundar, bersih, keras, kuat, bergradasi baik dan stabil secara kimiawi.
  • admixture dan additif
Admixture atau zat tambahan lainnya adalah bahan yang tidak harus dipakai dalam pembuatan beton,karena dipakai hanya jika ingin mendapatkan suatu jenis beton yang membutuhkan bahan,selain semen dan agregat. Contoh-contoh zat admixture :
• super-plasticizer : digunakan untuk mengurangi jumlah campuran air
• pembentuk gelembung udara : meninggikan sifat kedap air
• retarder : memperlambat pengerasan, memperpanjang waktu
pengerjaan
• bahan warna : memberi bahan warna

Persiapan dalam Perencanaan Campuran Beton
  • Perbandingan air dengan semen (rasio W/C). faktor air semen berdasarkan perbandingan berat.tabel di bawah ini menjelaskan nilai rasio W/C maksimum yang diizinkan untuk berbagai jenis struktur dan sifat lingkungan
  • Slump sebagai ukuran kekenyalan adukan beton. Slump merupakan perbedaan tinggi dari adukan dalam suatu cetakan berbentuk kerucut terpancung terhadap tinggi adukan setelah cetakan diambil. Batasan slump bagi jenis elemen struktur dinyatakan dalam tabel di bawah ini. Nilai pada tabel berlaku untuk pemadatan dengan alat pengetar. Untuk cara pemadatan yang lain, nilai-nilai slump dapat dinaikan 25mm lebih besar.
  • Ukuran maksimum agregat kasar yang digunakan sesuai dengan ketentuan dengan ketentuan dalam kemudahan pelaksanaan pengecoran dan syarat monolit beton. Dalam tabel di bawah ini dijelaskan ukuran maksimum agregat maksimum yang boleh digunakan untuk pengecoran elemen struktur
  • Bagi perencanaan adukan, berat air rencana dan prosentase adanya udara yang terperangkap, ditetapkan berdasarkan pada besarnya slump rencana dan ukuran maksimum agregat kasar yang digunakan. Tabel di bawah ini menjelaskan penentuan jumlah berat air perlu bagi setiap m3 beton berdasarkan nilai slump rencana.
  • Mendapatkan volume rencana agregat kasar setiap m3 beton, digunakan nilai-nilai yang tercantum pada tabel di bawah ini. Menetapkan terlebih dahulu ukuran agregat kasar dan nilai modulus kehalusan agregat halus, maka dari tabel tersebut didapat prosentase volume agregat kasar/satuan volume beton. Prosentase volume berdasarkan kondisi agregat kering muka. Nilai dalam tabel mendapatkan nilai prosentase volume dengan tingkat kekenyalan umum. Untuk pekerjaan beton kurang kenyal, seperti bagi pekerjaan jalan, harga dalam tabel dapat dinaikan sebanyak 10%.
  • Masukan vibrator kedalam cor beton dengan cepat, akan tetapi angkat vibrator setelah pemadatan dengan lambat

  • Ketika anda memasukan vibrator kedalam cor beton maka akan tampak radius vibrasi. Radius vibrasi ini harus menyentuh seluruh arel permukaan beton yang dicor sehingga masing-masing radius vibrasi saling overlap menyelimuti seluruh permukaan beton yang dicor.

  • Kedalaman batang vibrator kira-kira harus menjangkau dasar cor beton, akan tetapi jangan sampai menyentuh permukaan cetakan beton (begisting)

  • Ketika menggunakan vibrator hindari kontak batang vibrator dengan begisting (cetakan beton). Hal ini walaupun sekilas bagus karena hampir seluruh permukaan cor beton tergetar, akan tetapi hal ini justru akan mengakibatkan beton yang sudah setting tergetar kembali sehingga dapat meninggalkan retakan kecil, disamping itu waktu  pengetaran menjadi lebih lama hal ini bisa mengakibatkan segeregasi.

  • Tidak dibolehkan memadatkan beton dengan cara menyentuhkan batang vibrator ke besi tulangan beton.

  • Tidak diperbolehkan meratakan cor-coran beton menggunakan batang vibrator

  • Dan jangan pernah meninggalkan batang vibrator di atas areal pengecoran dalam keadaan hidup walaupun cor-coran beton belum ada.
    Proses Pembuatan Beton
    http://mualim.wordpress.com & http://rumahdangriya.blogspot.com

    By Afridjal Ottohyat with 1 comment

    Jenis-Jenis Genteng

    Kali ini saya akan membahas mengenai Jenis-Jenis Genteng yang terdapat pada rumah tinggal pada umumnya. Langsung saja, berikut liputannya:

    1. Genteng tanah liat

    Genteng jenis ini terbuat dari tanah liat yang di-press(tekan sedemikian rupa) kemudian dipanaskan dengan bara api dengan derajat kepanasan tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat sekali. Rangak diperlukan dalam pemasangannya, mekanisme pemasangan kunci/kaitan genteng  pada rangka penopang. Ada beberapa bentuk genteng yang terbuat dari material tanah liat:

     Genteng Kodok

     kodok.jpg
    Panjang : 27,5 cm
    Lebar : 22,50 cm
    Berat : 1,5 kg
    Jumlah/m2 : 25 pcs

    Genteng Morando

    morando.jpg
    Panjang : 33 cm
    Lebar : 23 cm
    Berat : 2,25 kg
    Jumlah/m2 : 15 pcs
    Berglazur Rp 2.200
    Natural Rp 1.500

    Genteng Ideal

    ideal.jpg
    Panjang : 30,15 cm
    Lebar : 24,15 cm
    Berat : 1,7 kg
    Jumlah/m2: 24 pcs
    Berglazur Rp 5.600
    Natural Rp 1.000

    Genteng Plentong

    plentong.jpg
    Panjang : 27,5 cm
    Lebar : 22,50 cm
    Berat : 1,5 kg
    Jumlah/m2 : 25 pcs

    Genteng Mardional

    mardional.jpg
    Panjang : 41 cm
    Lebar : 26 cm
    Berat : 3,2 kg
    Jumlah/m2 : 15 pcs
    .
    2. Genteng metal/berbahan logam


    Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat. Lebarnya genteng ini mempercepat waktu pengerjaan sebuah rumah. Genting jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya karena secara bobot geteng jenis ini lumayan ringan sehingga mudah terbawa angin.












    3. Genteng keramik



    Genteng ini memiliki warna yang cukup banyak karena pada saat proses finishingnya dilapisi pewarna  pada bagian atasnya (glazur). Bahan utama genteng ini adalah keramik. Bertmpu pada rangka kayu atau beton.






    4. Genteng aspal

    Terdapat 2 bentuk model yaitu model datar yang terbaut pada triplek dan bentuk bergelombang yang dibaut pada rangka atap. Bentuknya yang lebar dan ringan membuat atap ini sering diapakai untuk atap pada bangunan tambahan seperti garasi.



    5. Genteng kaca

    Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini mempunyai bentuk yang terbatas sehingga kompatibel/sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.


    By Afridjal Ottohyat with 4 comments

    Selasa, 27 September 2011

    Desain Rumah Mungil Yang Artistik


    Perkembangan dunia properti saat ini sangat pesat, hal ini ditandai dengan banyaknya pembangunan unit-unit properti, misalnya: apartemen atau kondominium eksklusif yang super mewah atau pembangunan rumah-rumah mungil yang sederhana.

    Bersamaan dengan perkembangan dunia properti tersebut, kebutuhan masyarakat akan rumah belakangan ini sangat tinggi. Jika budget kurang mencukupi untuk membeli rumah yang middle end, rumah mungil atau sederhana pun tidak menjadi halangan untuk mewujudkan keinginan memiliki rumah. Hampir semua pengembang menawarkan kavling atau produk rumah mungil, karena tingginya kebutuhan masyarakat akan rumah/tempat tinggal, maka hanya dalam waktu singkat mampu terjual ratusan unit rumah. Masalahnya, banyak pengembang memanfaatkan momentum tersebut dengan membangun rumah mungil dengan fasilitas dan lingkungan yang ala kadarnya seperti yang selama ini kita kenal, yaitu Rumah Sangat Sederhana (RSS).

    Mendeskripsikan rumah mungil dengan kondisi seperti itu sudah waktunya diubah. Konsumen adalah raja, manusia juga yang selayaknya diberikan yang terbaik. Rumah harus indah, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan. Itulah kata kunci membangun rumah ukuran apa pun, termasuk membangun atau memilih rumah mungil. Rumah mungil yang dipasarkan biasanya memiliki luas maksimal 100 meter persegi dengan ukuran variasi 6 X 15 m, 7 X 15m, atau 8 X 12 m, dan bentuk bangunan rumah standar.


    Layout Rumah

    Layout
    Front View

    Front View

    Indah tidak harus selalu mahal. Kreativitas desain yang arif dan cerdas justru mampu mewujudkan rumah mungil yang hemat bahan bangunan dan menyiasati segala keterbatasan, baik dana maupun lahan. Konsep indah dapat diterjemahkan dalam bentuk denah rumah yang lugas dan mudah pemeliharaan. Keterbatasan lahan mendorong pembangunan rumah mungil bertingkat.
    Denah ruang terbuka dan minim dinding pembatas, baik tembok, dinding, atau pintu, membuat ruang terasa lapang. Penggabungan fungsi ruang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
    Carport, teras, dan taman depan difungsikan sebagai ruang tamu, ruang bermain anak, parkir kendaraan, bahkan rapat RT/RW. Ruang dalam dioptimalkan sebagai ruang keluarga dan ruang makan. Fungsi ruang keluarga, ruang belajar, dan kamar tidur anak-anak juga dapat ditempatkan di lantai atas hingga ke kolong atap (attic). Taman dan teras belakang dimanfaatkan sebagai ruang makan terbuka, ruang keluarga, dan ruang belajar anak, dengan waktu berbeda.

    Kamar mandi merupakan ruang yang memerlukan penanganan dan pemeliharaan khusus, mulai utilitas sanitasi, peranti utama, dan pemilihan bahan. Bahan lantai dari keramik atau teraso bertekstur kasar dimaksudkan agar tidak terpeleset dan berukuran kecil untuk memperluas kesan ruang. Keterbatasan luas dapat dibuat kamar mandi kering dengan shower box tertutup berdinding kaca atau tirai plastik. Penempatan septic tank meski ditempatkan di taman depan, namun jaraknya masih relatif dekat dengan pompa air sehingga untuk jangka panjang dapat mencemari air tanah. Untuk itu, perlu dipertimbangkan ulang penempatan septic tank kolektif dialihkan di taman-taman lingkungan.

    Penataan dapur serba praktis menyatu dengan ruang makan atau di teras belakang (ruang makan terbuka).
    Konsep umum rumah menyediakan kamar tidur dan kamar mandi pembantu di belakang, di bawah, atau di atas dekat ruang servis, mencuci, dan menjemur. Kini desain ruang servis, mencuci, dan menjemur, kamar tidur dan kamar mandi pembantu serta dapur kotor ditempatkan di bagian depan rumah, bersebelahan dengan ruang keluarga menghadap carport.
    Tampilan artistik rumah tidak membutuhkan bahan mahal. Dinding rumah dari batako dan batu bata dengan penyelesaian dinding ekspos atau kombinasi plesteran atau kamprotan dengan pengerjaan hati-hati dan rapi, atau dapat pula memakai dinding pelat baja. Keramik KW-2, KW-3, atau teraso yang unik juga tak kalah menariknya mempercantik lantai rumah. Ketidakpresisian bahan masih dapat disiasati dengan nat-nat lebar.
    Isi perabotan rumah harus serbaguna, sesuai dengan prioritas kebutuhan keluarga, dan proporsional antara ukuran perabot dan luas ruang. Meja, sofa, dipan, bawah wastafel, hingga kolong tangga dioptimalkan sebagai tempat penyimpanan barang dan tersebar sesuai dengan kebutuhan fungsi ruang sehingga tidak perlu membuat gudang.

    Penyelesaian lantai, dinding, dan perabotan dengan warna dan/atau bahan senada pada ruang luar hingga ruang dalam memberikan kesan luas ruang imajiner. Gradasi perpaduan warna yang tepat di setiap ruang juga turut mempengaruhi kesan luas ruang sekaligus memberikan efek psikologis (terapi kejiwaan) kepada penghuni rumah. Kesatuan tema dan warna akan membantu rumah terkesan teratur dan lapang, antara lantai (gelap), dinding dan perabotan (sedang), dan atap plafon (terang).
    RUMAH mungil juga harus sehat. Rumah merupakan tempat terapi kesehatan fisik dan mental penghuni, baik di kala sehat, dalam penyembuhan, atau tengah sakit. Rumah tempat relaksasi memulihkan kesegaran tubuh.
    Krisis listrik dan tarif listrik yang terus naik harus diantisipasi dengan prioritas pemakaian perangkat listrik dan desain rumah hemat energi. Optimalisasi sinar matahari sebagai sumber pencahayaan alami rumah sepanjang pagi-sore hari dan sinar rembulan dan bintang di malam hari.

    Optimalisasi sinar matahari dan sirkulasi udara dapat dibuat dengan bukaan pintu dan jendela dengan lebar dan panjang hingga menyentuh lantai, tinggi plafon minimal 2,75 meter, serta skylight di atas ruang makan, kamar mandi, atau kamar tidur atas akan memberikan perluasan ruang imajiner.
    Setiap ruang diupayakan mendapat sinar matahari dan udara segar yang baik untuk kesehatan rumah dan penghuni serta kocek penghuni. Rumah bahkan dapat meminimalkan pemakaian penyejuk udara (AC), kipas angin, dan lampu, terutama di siang hari.

    Pemasangan cermin pada salah satu dinding, seperti di teras, ruang keluarga, dan kamar mandi, akan menambah luas imajiner ruangan. Dekorasi dinding dengan lukisan, foto keluarga, sertifikat, plakat, atau benda etnik sebagai titik perhatian menambah hidup suasana ruang sekaligus memberikan terapi kejiwaan kepada penghuni.

    Halaman sempit dapat difungsikan sebagai taman resapan air (taman kering) dengan struktur sederhana dari bawah ke atas, batu apung, ijuk, koral, pasir kasar, dan tanah/koral/ kerikil, dengan ketebalan beragam sesuai kondisi tanah.

    Penanaman pohon di taman depan (yang paling memungkinkan) dibandingkan dengan taman belakang merupakan pemasok oksigen sekaligus memberikan keteduhan dan kesejukan kepada penghuni. Di pagi hari, penghuni tetap disarankan membuka jendela dan pintu untuk menjamin ketersediaan sinar matahari dan udara segar masuk menghangatkan ruang dan menggantikan udara pengap dalam rumah.
    Rumah mungil akan lebih nyaman jika masalah ketersediaan dan kualitas air bersih yang diperoleh dari PAM, pompa tangan, atau pompa mesin diperhatikan dengan baik, apalagi jika terjadi kesulitan air bersih di musim kemarau. Lalu, bagaimana sistem pengelolaan sampah juga perlu dipelajari dengan cermat, apakah dikelola sendiri (daur ulang) atau disediakan tempat penampungan sementara.

    Selain hal-hal yang sudah disebutkan diatas, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk memaksimalkan desain rumah mungil anda :

    Interior Rumah Mungil

    GUNAKAN CERMIN

    Cermin menciptakan kesan luas pada ruang. Gunakan cermin di daerah meja makan atau ruang keluarga. Cermin dengan ukuran besar di tempat tepat menghasilkan efek ruang yang kuat. Sebelum cermin diletakkan di dinding, kita dapat mencoba-coba dahulu penempatannya di beberapa tempat untuk mengetahui efeknya pada ruang.

    GUNAKAN DESAIN-DESAIN BUILT-IN

    Desain built-in menciptakan kesan ruang yang simpel dan membuat ruang lebih luas. Selain itu dapat mengurangi biaya pembelian furniture. Misalnya di ruang tidur, lemari dapat dibuat “menempel” ke tembok atau di dalam gypsum. Kita hanya perlu membuat ambalan di dalamnya dan membuat pintunya saja hingga memperkecil biaya pembuatan furniture. Bagian dalam lemari dapat dilapisi wallpaper supaya lebih manis.

    GUNAKAN UKURAN FURNITURE YANG KECIL

    Misalnya untuk meja makan. Gunakan meja makan kecil dan diletakkan menempel tembok dengan 4 kursi. Kursi yang digunakan lebih baik puff sehingga kesan ruang lebih luas. Gunakan pula coffee table dan credenza yang berukuran kecil.

    PILIHLAH FURNITURE BERKESAN RINGAN

    Jangan memilih furniture yang “berat” dan tebal. Cari furniture yang tipis dan berbentuk rangka, bukan bidang. Contohnya untuk credenza tv, pilih furniture berkaki, jangan yang penuh sampai ke lantai.

    PILIH WARNA RUANG YANG MUDA

    Warna ruang jangan gelap untuk bidang dinding yang besar. Pilih warna muda sehingga terang dan berkesan luas.

    MAKSIMALKAN TEMPAT MENYIMPAN

    Gunakan semaksimal mungkin furniture untuk tempat penyimpanan. Misalnya membuat laci-laci di bawah ranjang, nakas yang dapat menyimpan barang, credenza yang dapat memuat majalah-majalah dan semua furniture lainnya. Dengan banyak penyimpanan akan mengurangi barang-barang yang dibiarkan tergeletak dan jika arang bertambah banyak tidak perlu membuat lagi tempat peyimpanan.


    CIPTAKAN KESAN FINAL

    Jangan biarkan dinding kosong terlalu besar. Dinding kosong dapat diisi dengan lukisan atau hiasan. Jangan pula dibuat terlalu penuh. Tapi secukupnya saja sehingga bangunan tidak terkesan kosong dan dingin.
    Kini, Anda pun dapat menikmati rumah mungil yang indah, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan.

    hakcipta:http://architectaria.com

    By Afridjal Ottohyat with No comments

    Prinsip Pondasi Pada Bangunan

    Pondasi merupakan bagian bangunan yang berfungsi sebagai telapak agar struktur keseluruhannya dapat berdiri mantap di atas tanah. Namun demikian ada pula jenis bangunan yang menggunakan pondasi alas apung karena berdiri di atas air/sungai/danau. Setiap pondasi bangunan perlu dirancanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Bagi tanah yang stabil dan memiliki daya dukung baik, maka pondasinya juga membutuhkan konstruksi yang sederhana. Jika tanahnya labil dan memiliki daya dukung buruk, maka pondasinya juga harus lebih kompleks. Lokasi bangunan yang berdiri di atas tanah bukit keras dan berbatu-batu memiliki jenis tanah yang baik dan menyebabkan bangunan yang berdiri di atasnya tidak mudah tenggelam/amblas ke dalam tanah. Di sisi lain lokasi bangunan yang berdiri di atas rawa lembek memiliki jenis tanah yang buruk dan menyebabkan bangunan mudah terperosok ke dalamnya.

    Beberapa jenis pondasi dibuat untuk mengantisipasi terperosoknya bangunan ke dalam tanah yang memiliki daya dukung buruk. Ada tipe pondasi dalam yang dibuat dengan memancangkan tonggak sampai kedalaman tertentu hingga ujung bawahnya mencapai tanah keras. Ada pula pondasi dalam yang dibuat tanpa harus panjang hingga mencapai tanah keras namun badannya tidak rata hingga gesekan antara badan tiang pondasi dan tanah yang ada di sekelilingnya mampu menahan berat bangunan. Ada tipe pondasi dangkal yang menganggap bangunan seperti perahu dan tanah adalah lautnya, hingga tercipta sistem yang membuat bangunan terapung di atas tanah.

    Pondasi dalam yang mengandalkan tanah keras dimensinya ditentukan oleh hasil survey pengeboran data kedalaman tanah keras. Pondasi dalam yang mengandalkan gesekan badan tiang dimensinya ditentukan oleh kekuatan tanah dalam mencengkeram tiang pondasi. Dimensi pondasi dangkal ditentukan dengan lebar pondasi yang mampu menampung beban bangunan. Pondasi dangkal di lokasi tanah yang buruk bahkan dapat menetapkan konstruksi pondasi dengan pelat menyeluruh selebar tapak bangunan. Ketinggian atau kedalaman pondasi dangkal bukanlah tolok ukur ketepatannya, namun lebar pondasi yang menapak di atas tanahlah yang menjadi perhitungan. Konstruksi pondasi dalam dibuat dengan beton, sedangkan konstruksi pondasi dangkal dapat dibuat dengan beton atau pasangan batu.

    Pondasi dalam ditetapkan pada titik-titik tertentu yang diperhitungkan agar dapat merata menyangga beban bangunan. Titik-titik ini perlu dihubungkan dengan balok agar dapat menyangga sisi bangunan yang tidak menumpu tepat di atas pondasi dalam. Besaran balok tergantung dari jarak titik-titik pondasi dalam dan beratnya beban bangunan yang dipikul. Ada perhitungan matematis dalam bidang teknik sipil yang dapat menentukan dimensi pondasi beserta balok yang menghubungkannya. Balok-balok penghubung antar titik pondasi ini disebut dengan ’sloof’ atau ’tie beam’. Pondasi dalam digunakan untuk bangunan yang berat/besar dai ketinggian 2 lantai, 3 lantai sampai gedung pencakar langit. Pondasi dangkal dapat digunakan untuk bangunan yang tidak terlalu besar setinggi 1 lantai dan 2 lantai. Sistemnya dapat berupa titik, lajur maupun pelat secara menyeluruh. Untuk sistem titik dan lajur perlu dipertimbangkan luasan alasnya bersesuaian dengan daya dukung tanah dan berat bangunan.

    Dalam satu gugus bangunan dapat terjadi beban yang berbeda pada setiap bagiannya. Dengan demikian dalam mendukung setiap bagian berat bangunan yang berbeda juga memiliki besaran pondasi yang berbeda-beda pula. Bahkan jika perbedaan berat bagian bangunan cukup tinggi, perlu dibuat pemishan struktur yang disebut dengan ’dilatasi’. Pemisahan struktur ini juga berlaku untuk bangunan yang memiliki gugusan panjang, hinga perlu dibuat ’dilatasi’ menjadi beberapa penggal bagian bangunan.

    Prinsip-prinsip Pondasi untuk Banguna
    hakcipta : http://architect-news.com

    By Afridjal Ottohyat with 2 comments

    Selasa, 20 September 2011

    Tips Penempatan Jendela

    Sebuah rumah pasti memiliki jendela. Jendela merupakan elemen transisi dari desain arsitektur dan interior yang menghubungkan , baik secara visual dan fisik, satu ruang ke ruang lain, maupun bagian dalam dengan luar.
    Untuk negara yang beriklim tropis lembab seperti Indonesia, keberadaan jendela sangat penting artinya. Apalagi jika bukan untuk ventilasi secara alami.


    Namun, sejatinya fungsi jendela tidak sebatas sebagai ventilasi. Namun, jendela mampu memberi nilai estetika pada sebuah bangunan juga pada ruangan Anda.

    Menentukan ukuran, bentuk dan penempatan jendela pada sebuah ruang, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

    -Pemandangan apa yang bisa dinikmati melalui bukaan tersebut?-
    -Bagaimana pemandangan tersebut dibingkai-
    -Bagaimana pandangan visual berubah saat kita bergerak di dalam - ruang?
    Jendela bukanlah sekedar bingkai pandangan. Saat menerangi ruang di siang hari dan memberi ventilasi, jendela juga memperlihatkan pandangan yang lebih sempit dari yang diharapkan. Jika ruang luar memilikipandangan yang kurang sedap dipandang mata, jendela dapat membantu menghalanginya. Caranya adalah dengan memecah, menyaring atau membelokkan pandangan.
    -Memecah pandangan dengan mengelompokkannya ke dalam beberapa - jendela yang lebih kecil.
    -Membelokkan perhatian, menjauhi pandangan.-
    -Menyaring pandangan, dengan menempatkan obyek atau pernik dekoratif - pada lubang jendela.
    -Jika tidak ada pemandangan, ciptakan pemandangan berupa taman, - kebun atau kolam ikan.



    Jendela mempengaruhi tata letak fisik perabot di dalam ruang. Ttempatkan jendela sedemikian, sehingga menyisakan ruang untuk posisi perabot. Saat menempatkan jendela pada bidang dinding, tentunya harus dipertimbangkan berapa banyak sisa bagian dinding diantara bukaan jendela yang ada. Selain itu, apakah ukuran dan proporsi yang ada dapat dimanfaatkan untuk menempatkan perabot di depan jendela?
    Tinggi bagian bawah kusen jendela, mempengaruhi benda apa saja yang dapat ditempatkan dibawahnya. Jika lubang jendela diperluas hingga bagian bawah sampai ke lantai, maka ruangan yang dapat dimanfaatkan untuk menempatkan perabot menjadi berkurang. Kelebihannya, jenis jendela seperti ini akan meningkatkan kontinuitas visual antara ruang eksterior dan interior. Dan, jika bidang dinding dianggap sangat bernilai, maka jendela dapat diposisikan di atas dinding, atau bahkan dari atap.

    Efek Silau dan Panas

    Indonesia yang beriklim tropis lembab, dikaruniai banyak limpahan cahaya matahari. Jika terlalu banyak terdapat lubang jendela, maka matahari yang masuk ke dalam ruang dapat membuat ruang menjadi panas. Untuk mengurangi radiasi matahari yang tinggi pada ruangan, salah satunya dengan mengatur posisi jendela.
    Jika memungkinkan, batasi penempatan jendela yang menghadap ke arah barat. Cahaya matahari sore diyakini dapat meningkatkan temperatur ruang. Untuk mengatasinya, buat jendela dengan ukuran kecil yang ditempatkan agak ke atas, sehingga berada pada area bayangan atap teritis. Selain itu, bisa juga digunakan lapisan untuk mereduksi seperti kerai, gorden atau kisi-kisi yang dibuat permanen di depan jendela.
    Elemen pelindung horizontal cocok untuk posisi matahari tinggi; digunakan pada fasade utara dan selatan, serta barat daya, tenggara, barat laut dan timur laut meski kurang efektif. Bentuk paling sederhana adalah tritisan atap, lantai yang menjorok keluar atau balkon, krey atau awning. Sedangkan untuk posisi matahari rendah, yaitu pada fasade barat dan timur, tepat jika digunakan elemen pelindung vertikal. Pandangan keluar bangunan masih bisa terjadi melalui celah-celah vertikal yang terlindung dari cahaya matahari. Bentuk yang paling sederhana digunakan adalah deretan kolom structural yang rapat berbentuk lamella, panil kayu atau kain kanvas yang dapat dilipat, atau profil logam yang dipasang vertikal pada fasade.
    Masalah yang berhubungan dengan cahaya matahari adalah efek silau yang disebabkan oleh kontras berlebihan antara terang dari bukaan jendela dan permukaan dinding yang lebih gelap, yang berada di sebelahnya. Saat menghadapi efek silau, penempatan jendela sama pentingnya dengan ukurannya. Kondisi optimal adalah dengan menyeimbangkan pencahayaan sekurang-kurangnya dari dua arah, yaitu dari dua dinding atau satu dinding dan langi-langit. Lubang cahaya dari atap, dapat mengurangi cahaya matahari langsung. Untuk ruangan dengan jendela yang bagian bawahnya mendekati lantai, efek silau dapat disebabkan oleh cahaya yang dipantulkan dari permukaan tanah di luar. Efek silau dari tanah dapat dikurangi melalui pemanfaatan bayangan pohon, penggunaan tirai atau kisi-kisi horizontal yang ketinggian vertikalnya dapat diatur.

    http://www.rumahku.rumahku-online.com

    By Afridjal Ottohyat with No comments

    Pentingnya Sirkulasi Udara Pada Rumah Anda

    Rumah yang sehat harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Dibutuhkan sistem ventilasi yang mendukung, agar distribusi udara dapat berlangsung lancar. Salah satu kriteria rumah sehat adalah pemenuhan kebutuhan fisiologis berupa pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup. Tak hanya kualitas pencahayaan yang harus diperhatikan, namun juga sirkulasi udara yang didukung dengan sistem ventilasi yang baik.

                Rumah tinggal yang terletak di daerah beriklim tropis lembab seperti Indonesia, menuntut desain rumah tropis yang mengedepankan sistem pertukaran udara atau ventilasi untuk sebuah kenyamanan. Keberadaan ventilasi sangat penting. Selain memasukkan udara dan cahaya ke dalam rumah, juga sebagai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan hawa panas serta membuat penghuni betah.
               Umumnya jenis-jenis ventilasi berupa jendela konvensional, yang terbuat dari kaca atau kayu yang bisa dibuka lebar pada siang hari. Ada juga jendela bouvenliecht , yaitu jendela dengan dua bilah kaca yang terdapat celah diantara keduanya, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Selain itu ada juga ventilasi berupa lubang dinding, rooster, atau kusen kayu dengan kisi-kisi horisontal atau vertikal, skylight serta dinding transparan.
               Ventilasi hendaknya dirancang secara tepat. Idealnya, sebuah rumah memiliki jumlah bukaan total antara 15%-20% dari luas tapak. Proporsi tersebut, akan membuat ruang-ruang yang berada di dalam terasa nyaman dan sejuk. Masing-masing ruang memiliki perhitungan berbeda-beda untuk kebutuhan pergantian udaranya. Semisal di kamar mandi yang memiliki kelembaban tinggi, butuh pergantian udara sebanyak enam kali volume ruangnya. Kamar mandi berukuran 2x3x3 = 18, membutuhkan pergantian udara 108 m²/jam. Berbeda dengan kamar tidur, yang hanya membutuhkan pergantian udara sebesar 2/3 volume ruang tiap jamnya. Jadi, bila volume kamar tidur adalah 3x3x3 = 27 m, maka kamar tidur memerlukan pergantian udara 18m²/jam.
                Saat mendesain rumah terkait dengan penempatan ventilasi, perlu memerhatikan beberapa hal, seperti lokasi rumah, arah matahari, arah angin, dan posisi rumah terhadap jalan. Posisi jendela harus melihat arah angin dan datangnya cahaya. Misalnya untuk rumah modern yang menggunakan kaca full, sebaiknya ditempatkan di sebelah utara-selatan matahari, agar matahari tidak terlalu menyengat masuk ke dalam rumah. Sesuaikan bentuk dan ukuran jendela dengan peruntukan ruangnya. Ketinggian jendela pada umumnya, berkisar antara 75-80 cm dari lantai.Untuk ruang keluarga, cocok menggunakan jenis jendela lebar dan berketinggian rendah, yaitu antara 40-50 cm dari lantai. Di ruang keluarga, fungsi jendela bisa disatukan dengan pintu. Gunakan deretan pintu kaca yang sekaligus berfungsi sebagai jendela, misalnya bentuk pintu sliding.
                Bagaimana jika ruangan tidak memungkinkan dibuat bukaan karena letaknya menempel dengan rumah tetangga? Anda bisa menggunakan exhaust fan atau ventilating fan (penyedot udara) untuk mengatur sirkulasi udara. Terdapat beragam jenis exhaust fan. Ada yang dipasang di dinding (wall mount), di plafond (ceiling mount) dan di jendela (window mount). Letakkan exhaust fan, bersilangan dengan bukaan depan, agar perputaran udara bekerja dengan maksimal. Jika menggunakan AC, sebaiknya tidak difungsikan secara bersamaan dengan exhaust fan. Karena selain udara sejuk AC akan tersedot olehnya, konsumsi listrik pun akan menjadi berlipat. Pada dasarnya fungsi bukaan untuk menghasilkan ventilasi. Agar hasilnya efektif, bukaan harus dirancang secara tepat.

    1. Jenis bukaan.
    Selain pintu dan jendela sebagai bukaan pada dinding, ada juga skylight sebagai bukaan pada atap. Skylight bisa ditempatkan di ruangan yang tidak berbatasan langsung dengan ruang luar, seperti misalnya koridor atau kamar mandi.

    2. Posisi yang tepat.
    Penempatan bukaan harus memperhatikan kondisi lingkungan, yaitu arah matahari, arah angin, letak halaman depan atau belakang, serta tata letak ruang.
    Panas matahari sore yang terjadi antara pukul 12.00-16.00 cukup mengganggu. Karena itu, hindari menempatkan bukaan atau bidang transparan pada sisi barat. Gunakan penghalang untuk menghindari panas matahari sore secara langsung, yaitu dengan kisi-kisi atau secondary skin dengan beberapa variasi desain dan material.
    3. Besar Bukaan.
    Bukaan yang lebar akan memasukkan cahaya dan udara secara maksimal. Namun, cermati arah angin dan matahari. Jangan sampai, terlalu banyak cahaya dan angin yang masuk akan membuat silau dan mengganggu kenyamanan dalam ruangan. Agar efektif, atur besarnya bukaan. Bisa lewat desain bukaan, misalnya dengan penempatan kisi-kisi atau jalusi agar udara masuk dapat diatur.

    4. Estetika.
    Penempatan bukaan akan mempengaruhi “wajah” rumah. Desain bukaan yang tepat akan menjadi nilai estetika sebuah rumah. Jumlah, bentuk, ukuran, bahan, dan warna bukaan juga harus diselaraskan dengan konsep arsitektur hunian.

    5. Keamanan.
    Tempatkan bouvenliecht pada bagian atas dinding, atau tambahkan teralis pada jendela dan atap innercourt agar terjamin terjamin keamanan.


    1. Buat sirkulasi udara terus mengalir di setiap ruang.

    Udara yang masuk ke dalam ruangan harus dapat keluar dengan mudah. Udara yang terjebak dalam ruangan, membuat ruangan menjadi lembab.

    2. Ventilasi silang.

    Pergerakan udara mengalir secara horisontal dalam ruangan, melalui dua dinding yang saling berhadapan. Dibutuhkan jendela atau bukaan yang saling berhadapan dalam sebuah ruangan, untuk dapat menghasilkan ventilasi silang. Sehingga, udara yang masuk dari satu jendela akan langsung dialirkan keluar oleh jendela yang ada dihadapannya.

    3. Sirkulasi Udara secara horisontal.

    Udara panas yang ada dalam ruangan biasanya naik ke bagian teratas, sehingga perlu dikeluarkan agar ruangan tidak menjadi panas. Jika ruangan tidak memiliki jendela atau tidak berbatasan langsung dengan udara luar, maka udara panas perlu dikeluarkan melalui plafon. Caranya, buat lubang bukaan di area plafon, di bawah atap atau genteng, agar udara panas dapat keluar.

    4. Sirkulasi udara mengalir.

    - Buat ruangan atau area terbuka berupa taman atau innercourt, yang menghubungkan antar ruang. Sehingga, udara dapat mengalir dengan bebas baik secara horisontal maupun vertikal.
    - Ruangan berplafon tinggi, akan meminimalisir panas dalam ruangan. Tinggi plafon minimal tiga meter, agar ruangan terasa lega dan memudahkan sirkulasi udara.
    - Void, juga menjadi sarana udara mengalir antar ruang secara vertikal.

    5. Buat kolam.

    Adanya kolam dengan air yang bergerak, akan membantu menurunkan suhu ruangan dan menciptakan kesejukan di dalam rumah.

    Pentingnya Sirkulasi Udara Pada Rumah Anda
    hak Cipta : http://www.rumahku.rumahku-online.com

    By Afridjal Ottohyat with No comments

    Rabu, 14 September 2011

    8 Tips Mendekorasi Rumah Minimalis

    Saat ini trend desain minimalis masih sangat kuat, banyak dari kita yang menyukai konsep desain rumah dan dekorasi modern minimalis. Para pengembang yang membangun perumahan dan hunian vertical (apartemen, condo) masih terus menawarkan desain dengan konsep minimalist. Trend ini masih kuat saaat ini, dan mungkin sampai beberapa tahun kedepan.

    Kita memiliki pilihan untuk untuk ikut menggunakan konsep desain dan dekorasi bergaya minimalis, pertimbangkan beberapa hal tentang gaya dan dekorasi bergaya minimalis. Berikut ini adalah beberapa catatan yang berguna, ada 8 (delapan) ide bagaimana mendesain interior dan dekorasi rumah bergaya minimalis.

    Pertama     : Perhatikan bentuk ruang yang terbuka, simple dan berkesan bebas dari aksesoris atau ornament. Minimalis berarti bersih, dengan profil yang tegas dan bentukan geometris yang minimal. Ingat bahwa konsep minimalis adalah bentuk dan ukuran yang presisi, simple namun sempurna.

    Kedua       : Gunakan tirai, blind atau roller blind type basic yang simple. Untuk bentuknya terserah kesukaan anda, pilih yang bentuk vertical atau horizontal.

    Ketiga: Jika anda ingin menggunakan karpet atau ambal, gunakan karpet solid dengan warna solid, tinpa pola atau motif apapun. Keep it simple and clean.

    Keempat   : Pastikan permukaan tempat tidur, meja atau lemari dalam kamar anda bersih dari benda-benda yang tak berguna. Lebih baik bila surfacenya kosong. Untuk buku atau benda-benda pajangan sebaiknya diletakkan pada nampan atau rak. Untuk aksesosris terbaik gunakan vase dari acrylic atau vas dari kaca bening tanpa ornament, kemudian bisa anda letakkan beberapa potong bunga dalam vase tersebut.

    Kelima       : Gunakan warna yang simple untuk bantal sofa (cushion)

    Keenam   : Coverbed, Sprei, tempat tidur, dan bantal sebaiknya menggunakan warna yang simple dan serasi. Batasi skema warna hanya sampai 2 skema warna, dan ingat: tanpa motif!

    Ketujuh     : Gantung lukisan dengan komposisi dan frame yang sederhana, tanpa profil dan ukiran apapun. Sebaiknya hindari terlalu banyak frame foto didinding. Pilih foto terbaik dari sekian banyak koleksi foto anda.

    Kedelapan : Untuk warna cat dinding, pilih warna pastel pucat/netral seperti: abu-abu, beige atau krim.

    hakcipta : http://architectaria.com

    By Afridjal Ottohyat with No comments

    Selasa, 13 September 2011

    Definisi, Syarat, & Macam Pemetaan dengan Metode Polygon


    Metode polygon adalah salah satu cara penentuan posisi horizontal banyak titik dimana titik satu dengan yang lainnya dihubungkan satu sama lain dengan pengukuran sudut dan jarak sehingga membentuk rangkaian titik-titik (poligon).

       Pengukuran dan  pemetaan poligon merupakan salah satu metode pengukuran dan pemetaan. Kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran.

    Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal (KDH) :
    a.       Metode titik tunggal
    b.       Pengikatan kemuka
    c.       Pengikatan kebelakang

    Pengikatan kebelakang di bagi dua metode:
    a.       Metode collins
    b.      Metode cassini
    c.       Metode titik banyak

    Banyak titik di bagi lima metode :
    a.       Metode poligon
    b.       Metode triangulasi
    c.       Metode trilaterasi
    d.       Metode triangulterasi
    e.       Metode kuadrilateral

    Pengukuran polygon sendiri mengandung arti salah satu metode penentuan titik diantara beberapa metode penentuan titik yang lain. Berdasarkan bentuknya polygon dapat dibagi dalam dua bagian, diantaranya:
    1.      Polygon berdasarkan visualnya, macamnya adalah :
    a.       Polygon tertutup

        Pada poligon tertutup :
    -          Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
    -          Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
    -          Poligon tertutup memberikan pengecekan pada sudut-sudut dan jarak tertentu, suatu pertimbangan yang sangat penting.
    -          Titik sudut yang pertama = titik sudut yang terakhir.
    Poligon tertutup biasanya dipergunakan untuk :
    -          Pengukuran titik kontur.
    -          Bangunan sipil terpusat.
    -          Waduk.
    -           Bendungan.
    -          Kampus UPI.
    -          Pemukiman.
    -          Jembatan (karena diisolir dari 1 tempat).
    -          Kepemilikan tanah.
    -          Topografi kerangka.

    b.      Polygon terbuka

               (secara geometris dan matematis), terdiri atas serangkaian garis yang berhubungan tetapi tidak kembali ke titik awal atau terikat pada sebuah titik dengan ketelitian sama atau lebih tinggi ordenya. Titik pertama tidak sama dengan titik terakhir.
                            Poligon terbuka biasanya digunakan untuk :
    -          Jalur lintas / jalan raya.
    -          Saluran irigasi.
    -          Kabel listrik tegangan tinggi.
    -          Kabel TELKOM.
    -          Jalan kereta api.

    c.       Polygon bercabang
                      Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
    1.    Poligon terikat sempurna
                      Dikatakan poligon terikat sempurna, apabila :
    -          Sudut awal dan sudut akhir diketahui besarnya sehingga terjadi hubungan antara sudut awal dengan sudut akhir.
    -          Adanya absis dan ordinat titik awal atau akhir.
    -          Koordinat awal dan koordinat akhir diketahui.
    2.      Poligon terikat sebagian.
                      Dikatakan poligon terikat sebagian, apabila :
    -          Hanya diikat oleh koordinat saja atau sudut saja.
    -          Terikat sudut dengan koordinat akhir tidak diketahui.
    3.      Poligon tidak terikat
                      Dikatakan poligon tidak terikat, apabila :
    -          Hanya ada titik awal, azimuth awal, dan jarak. Sedangkan tidak diketahui koordinatnya.
    -          Tidak terikat koordinat dan tidak terikat sudut.

    Dilihat dari geometris, poligon terbagi menjadi 3, yaitu:
    -          Polygon terikat sempurna
    -          Polygon terikat sebagian
    -          Polygon tidak terikat

    Untuk mendapatkan nilai sudut-sudut dalam atau sudut-sudut luar serta jarak-jarak mendatar antara titik-titik polygon diperoleh atau diukur dari lapangan menggunakan alat pengukur sudut dan pengukur jarak yang mempunyai tingkat ketelitian tinggi.
                Pengolahan data polygon dikontrol terhadap sudut-sudut dalam atau luar polygon dan dikontrol terhadap koordinat baik absis maupun ordinat. Pengolahan data polygon dimulai dengan menghitung sudut awal dan sudut akhir dari titik-titik ikat polygon. kontrol sudut polygon diawali terlebih dahulu dilakukan yaitu untuk memperoleh koreksi sudut polygon dengan cara mengontroljumlah sudut polygon terhadap pengurangan sudut akhir dengan sudut awal polygon. Koreksi  sudut polygon yang diperoleh kemudian dibagi secara merata tanpa bobot terhadap sudut-sudut polygon hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan.

                Sudut-sudut jurusan titik polygon terhadap titik polygon berikutnya mengacu terhadap sudut awal polygon dijumlahkan terhadap sudut polygon yang dikoreksi. Kontrol Koordinat berbeda dengan kontrol sudut yaitu koordinat akhir dan awal dikurangi serta dibandingkan terhadap jumlah proyeksinya terhadap absis dan ordinat. Koreksi absis dan ordinat akan diperoleh dan dibandingkan dengan mempertimbangkan bobot kepada masing-masin titik polygon. Bobot koreksi didekati dengan cara perbandingan jarak pada suatu ruas garis terhadap jarak total polygon dari awal sampai dengan akhir pengukuran.

    • Syarat Geometris 
































    Jenis-jenis Poligon
    Berdasarkan bentuknya poligon dibagi dalam dua bagian, diantaranya :
    Jenis Poligon secara Visual :
    A.    Poligon Tertutup
               Polygon tertutup ialah poligon yang bermula dan berakhir pada satu titik yang sama. Poligon tertutup sering disebut poligon kring (kring poligon). Ditinjau dari segi pengkatannya (azimut dan koordinat), terdapat beberapa variasi seperti :
    a)      Tanpa ikatan
    b)      Terikat hanya azimut
    c)      Terikat hanya koordinat
    d)     Terikat azimut dan koordinat
                Keuntungan dari poligon tertutup yaitu, walaupun tidak ada ikatan sama sekali, namun koreksi sudut dapat dicari dengan adanya sifat poligon tertutup yang jumlah sudut dalamnya sama dengan (n-2) 1000. Selain itu, terdapat pula koreksi koordinat dengan adanya konsekuensi logis dari bentuk geometrisnya bahwa jumlah selisih absis dan jumlah selisih ordinat sama dengan nol.
                                 Keuntungan inilah yang menyebabkan orang senang bentuk polygon tertutup. Satu-satunya kelemahan polygon tertutup yang sangat menonjol ialah bahwa bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan, dengan kata lain walaupun ada kesalahan tersebut, namun polygon tertutup itu kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti itu, yaitu kalau ada kesalahan frekuensi gelombang.
    Kelemahan poligon tertutup yaitu, bila ada kesalahan yang proporsional dengan jarak (salah satu salah sistematis) tidak akan ketahuan. Dengan kata lain, walaupun ada kesalahan, namun poligon tertutup kelihatan baik juga. Jarak-jarak yang diukur secara elektronis sangat mudah dihinggapi kesalahan seperti kesalahan frekuensi gelombang.
    Pada Poligon Tertutup :
    ·         Garis-garis kembali ke titik awal, jadi membentuk segi banyak.
    Berakhir di stasiun lain yang mempunyai ketelitian letak sama atau lebih besar daripada ketelitian letak titik awal.
               
    B.     Poligon Terbuka
               Yang dimaksud dengan polygon terbuka ialah polygon yang titik awal dan titik akhirnya merupakan titik yang berlainan (bukan satu titik yang sama). Polygon terbuka ini dapat kita bagi lebih lanjut berdasarkan peningkatan pada titik-titik (kedua titik ujungnya). Ada dua macam peningkatan untuk polygon terbuka ini yaitu :
    -          Peningkatan azimut
    -          Peningkatan koordinat
    Berdasarkan peningkatan-peningkatan itu, maka polygon terbuka dapat dibagi lebih lanjut menjadi :
          1.      Tanpa ikatan sama sekali, 
          2.      Pada salah satu ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali, 
          3.   Pada salah satu ujungnya terikat azimut saja, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama    sekali, 
          4.   Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan pada ujung yang lain tanpa ikatan sama sekali, 
    5.      Pada kedua ujungnya masing-masing terikat azimuth, 
    6.   Pada salah satu ujungnya terikat koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimuth
    Pada kedua ujungnya masing-masing terikat koordinat , 
    7.   Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat azimut saja, 
    8.   Pada salah satu ujungnya terikat azimut dan koordinat, sedangkan ujung yang lain terikat koordinat 
    9.   Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.
    10. Pada kedua ujungnya masing-masing terikat baik azimut maupun koordinat.

    Definisi, Syarat, & Macam Pemetaan dengan Metode Polygon 
    HakCipta : agus saputra

    By Afridjal Ottohyat with No comments